Ya, Tuhan ......
Tempat ibadah tidak menjamin di dalamnya berisi orang-orang baik.
haruskan aku merasakan ini lagi Tuhan, hal yang sudah lama tidak aku dengar lagi. walaupun ini jauh, tapi ini tetap menyakitkan sekali bagi aku.
Dulu saat aku di caci maki, di omongin sana-sini yang tidak-tidak, dan dikucilkan dengan hal yang tidak sama sekali aku perbuat. aku tidak tau kenapa aku di omongin orang, seperti aku menyakiti mereka yang mengomongi orang-orang kepada ku. aku tegar menghadapi ini, tapi jujur aku sangat sakit mendengarnya. apa pernah aku menyakiti kalian hey orang-orang yang sering mencaci maki aku dengan sebaya kalian. ????
apa aku pernah mengenal kalian secara detail ? sama sekali TIDAK !!
Saat aku memasuki dunia baru yang sama sekali tidak ada niatan sama sekali untuk memasuki ke tempat ini. saat aku hanya mengetahuinya tanpa mengenalnya satu pun orang di sana. Gereja lah tempat kita beribadah, dan berkomunikasi dengan Tuhan, tempat paling suci, tempat yang tidak seharusnya ada mereka orang yang tidak suci, orang yang jahat. Gereja ini pun mengadakan Reat-Reat pemuda yang di hadiri dengan anak- anak pemuda yang ingin beribadah. saya pun salah satu remaja yang mengikuti acara tersebut. sama sekali saya tidak mengenal dari mereka satu orang pun. tapi di samping saya ada adik dan teman saya, ya kami hanya bertiga selama acara tersebut berlangsung, mereka pun tidak sama sekali mencoba mengenal kita, dan kami pun tidak sama sekali ada kepikiran untuk mengenal mereka satu-persatu. ya kami mengikuti acara itu secara masing-masing saja. Suatu ketika acara berlangsung ada beberapa lelaki yang mencoba mendekati kita, dan kami pun tidak meladeni mereka sama sekali, kami pun bingung dari mana kami menggoda mereka ?? sepertinya ini hanya salah sangka saja. dan pada saat acara itu selesai kami pun kembali ke aktivitas kami masing-masing. dan saya pun akhirnya memutuskan untuk menerima salah satu pemuda yang mencoba mendekati saya, status dia pun saat itu single dan tidak sama sekali pacaran atau nikah sama siapa-siapa. oke kita jalanin, ternyata anak-anak itu tidak menyukainya kalo saya dekat dengan salah satu pemuda di sana? mereka kenapa jadi seperti monster yang sangat menakutkan, walaupun mereka jauh umurnya di bawah saya. tapi omongan mereka sangat tidak pantas untuk di dengar, apalagi mereka tidak peenha mengenal saya sama sekali. apa salah saya sama kalian?? sampai kalian bilang saya ini murahan ? Jablay ? apa saya perah melayani lelaki hidung belang ? apa saya pernah merebut pasangan kalian masing-masing ??
Hey...... kalian itu hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa urusan saya. kalian itu sama sekali tidak penting buat saya, dan saya pun tidak sama sekali ingin mengenal kalian. jadi tolong kalian yang membenci saya, yang saya sama sekali tidak mengetahui motif apa kalian membenci saya ? apa saya pernah membully anda ??? sama sekali tidak ingin mengenal anda.
Tolong hargailah sesama manusia, saya tau tidak pernah ada yang sempurna di dunia ini, tapi anda sangat merasa sempurna di hadapan segalanya.
Saya yakin saya kuat untuk menghadapi ini semua, karena saya sudah biasa menghadapi ini semua. dari dulu orang yang tidak menyukai saya pun ada. bagi saya mereka hanya SIRIK dan IRI sama saya, mereka ingin jadi saya makanya mereka selalu saja menghina-hina saya., saya pun pernah iri sama orang lain, makanya saya selalu ngomongin orang tersebut, jujur saya sirik dengan keberadaan orang yang saya omongin tersebut, karena saya ingin jadi dia memiliki segalanya,
Kesimpulan yang saya dapat dari masalah ini :
MEREKA HANYA SIRIK DAN IRI SAMA KEBERADAAN SAYA SEKARANG !!!
Selasa, 23 Februari 2016
Senin, 09 November 2015
Motivasi Kuliah
Kuliah, hmmmm menurut pandangan pertama kali dengar kata "KULIAH" keliatannya sangat enak, lebih hits, lebih keliatan gaul, kayanya kalo kuliah itu terlihat lebih hebat dari anak2 yang lulus sekolah langsung kerja.... awal kuliah, ospek, kenal teman-teman baru, ngerasa nyaman ke tempat kita mencari ilmu dengan menggunakan pakaian bebas, sepatu bebas, rambut pun bebas, coba sekolah masih di tuntut harus menggunakan seragam dari atas sampai bawah, Hahahha....
Inilah salah satu perbedaan antara SMA dan KULIAH, cukup menarik kan kuliah itu ! Bahagia di awal semester yang sama sekali belum pernah nyobain yang namanya UTS,UAS, Tugas yang banyak, dan Presentasi, masa-masa penjajahan belum di mulai. Masih senang2nya berkenalan, mencari jati diri, mencari sosok penyemangat baik senior ataupun sebaya. Inilah yang di namakan MABA (mahasiswa baru).
Setelah akhirmya sudah mengalami itu semua, tugas yang banyak, harus pintar-pintar berbaur dengan yang lain. Karena dunia perkuliahan tidak akan bisa untuk individual. Pasti saling membutuhkan, dan dosenpun jarang sekali memberi tugas untuk individual, pasti sekelompok, mau ga mau pasti harus mau. Banyak presentasi yang saat dapat giliran untuk mempresentasikan tugasnya dan temen temen lo member banyak pertanyaan, dan lo ga bisa jawab, di situlah kesabaran lo terlatih hahaha .... Zzzzz
UTS sudah di depan mata, di sinilah lo sangat ngerasain yang namanya nilai UTS itu sangat berpengaruh, gimana tidak berpengaruh di kampus gua UTS itu ambil 70%. Kalo lo ga dateng buat UTS, kelar hidup lo. Hahhaa
Sangat berusaha, cari sana sini, minta soal dari dosen, cari-cari kunci jawaban ke setiap fotocopyan, padahal mah kalo lo serius dengerin dosen lo menerangkan dan lo catet setiap apa yang dosen lo bicarakan, lo ga bakal seribet itu. Karena soal-soal UTS keluar hamya dari dosen, bukan dari.kampus. jadi harus teliti ya sebagai mahasiswa baru.
Setelah UTS lo tau lah yaaa, apalagi yang mahasiswa lakukan gak jauh dari kata UAS, kalo ini si katanya tenang aja, gomana gak tenang UTS hanya ambil 20% (kalo di kampus gua) tapi tetap harus berjaga-jaga dan harus tetap belajar ya buat adik-adik emezzzz. Bagaimana pun UAS pun sangat penting bagi semua mahasiswa walaupun di kampus gua sendiri sangat kecil ngambil persenannya.
Absen pun mulai di perhitungkan, tugas pun sangat berpengaruh nilai. Sedangkan lo jarang masuk, apalagi tidak pernah ngerjain tugas, kelar hidup lo hahahhaha....
Saat-saat yang menegangkan adalah IP di bagikan dan itulah saatnya lo bisa menilai dimana kekurangan lo dan lo harus merubah semua itu sebelum nilai IP lo makin menurun, semakin kesini semakin sulit, apalagi di saat lo udah dapet SKS (PENULISAN ILMIAH ) yang kata dosen gua, cuman ada di kampus gue.. di situlah sahabat-sahabat lo hilang satu persatu untuk mengurusi PI nya masing-masing. Tapi tetap ya, silahturahmi harus tetap terjaga, Karena itu penting loh.
Jalanin semua yang ada sampe semester akhir, dan selesaikan semua nilai-nilai jelek lo biar IPK lo setelah lulus bisa di atas rata-rata.
Semangat jadi mahasiswa baru yang bisa di andalkan, yang bisa jadi panutan, yang bisa membanggakan pihak kampus maupun keluarga lo sendiri.
Tetap berjuang untuk mendapatkan Gelar di belakang nama.
Semua butuh usaha, perjuangan dan doa.
Good luck MAHASISWA,
SEMANGATTTTTTT !!!!!
Rabu, 28 Oktober 2015
Penulisan "MERK"
MERK
Merk
adalah nama, istilah, tanda, simbol, rencana, atau kombinasi dari hal-hal
tersebut untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang atau kelompok
penjual dan untuk membedakan dari produk pesaing di pasar. Merk-merk yang ada
saling bersaingan untuk mendapatkan konsumen. Dalam pesaingan, hanya merk yang
memiliki nama merk yang kuatlah yang dapat bertahan sedangkan yang lainnya akan
tersisih dan bahkan menghilang. Merk yang kuat tentu memiliki brand images yang tinggi, mereka harus
tetap memelihara citra merk yang telah dicapai.
Semakin
erat ekuitas merk suatu produk atau jasa, semakin kuat daya tariknya untuk
mengirngi pelanggan baru, mempertahankan pelanggan yang sudah ada, serta
meminta mereka membayar dengan harga tinggi yang berarti akan mengantarkan
perusahaan memperoleh keuntungan dari waktu ke waktu
Merk
adalah suatu tanda yang berupa gambar, nama, huruf, angka, susunan warna atau
kombinasi daru unsure-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan
dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
Tugas Perilaku Konsumen
Nama :
Erika Belinda Sinay
Mata Kuliah :
Perilaku Konsumen
Kelas :
3EA12
NPM : 12213929
1.
Berikut
ini merupakan pengertian pembelian menurut para ahli, adalah :
·
Brown
dkk. (2001:132) mengatakan bahwa secara umum pembelian bisa didefinisikan
sebagai: “managing the inputs into the organization’s transformation
(production process).” Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa
pembelian merupakan pengelolaan masukan ke dalam proses produksi organisasi.
·
Galloway
dkk. (2000:31) mengenai fungsi pembelian, yaitu: “The role of purchasing
function is to make materials and parts of the right quality, and quantity
available for use by operations at the right time and at the right place.”
Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa peran fungsi pembelian
adalah untuk mengadakan material dan part pada kualitas yang tepat dan
kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan
tempat yang tepat.
·
Bodnar
dan Hopwood (2001:323), adalah proses bisnis dalam memilih sumber daya-sumber
daya, pemesanan dan perolehan barang atau jasa.
·
Menurut
Sofjan Assuari ( 2008,p.223) pembelian merupakan salah satu fungsi yang penting
dalam berhasilnya oeprasi suatu perusahaan
·
Menurut
Mulyadi ( 2007, p.711) aktifitas dalam proses pembelian barang adalah :
a. Permintaan pembelian
b. Pemilihan pemasok
c. Penempatan order pembelian
d. Penerimaan barang dan
e. Pencatatan transaksi pembelian
Permintaan
pembelian adalah sautu aktivitas yang merupaka satuan pekerjaan yang ditujukan
memicu bagian pembelian melakukan pengadaan barang
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan
sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:[6]
·
Pengenalan
masalah (problem recognition).[1] Konsumen
akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa
adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk
yang akan dibeli.[1]
·
Pencarian
informasi (information source).[1] Setelah
memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk
mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi.[1] Proses
pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal)
dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).[1]
·
Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).[1] Setelah
konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang
ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.[1]
·
Keputusan
pembelian (purchase decision).[1] Setelah
konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan
pembelian.[1]Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan
pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain
yang perlu dipertimbangkan.[1]
·
Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang
dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan
pembelian.[7] Setelah
membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah
produk tersebut sesuai dengan harapannya.[8] Dalam
hal ini, terjadi kepuasandan ketidakpuasan konsumen.[1] Konsumen
akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan
meningkatkan permintaan akan merekproduk tersebut pada masa depan.[1] Sebaliknya,
konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan
harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.[1]
Sedangkan
yang dimaksud dengan Pembeli merupakan istilah asing (Inggris) yaitu consumer, secara harfiah
dalam kamus-kamus diartikan sebagai ”seseorang
atau sesuatu perusahaan yang membeli
barang tertentu atau menggunakan jasa tertentu”; atau ”sesuatu atau seseorang yang mengunakan suatu persediaan atau
sejumlah barang”. Ada juga yang
mengartikan ”setiap orang yang menggunakan barang atau jasa”. Konsumen
atau pembeli dibedakan menjadi dua yaitu: konsumen sebagai orang alami atau pribadi kodrati dan konsumen sebagai
perusahan atau badan hukum pembedaan ini
penting untuk membedakan apakah konsumen tersebut menggunakan barang tersebut untuk dirinya sendiri atau
untuk tujuan komersial(dijual, diproduksi lagi).
2.
Faktor-Faktor yang mmpengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen
Menurut phillip Kotler (2003:202) perilaku
pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya sebagai berikut:
1. Faktor budaya
Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting
bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling
dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh akan mendapatkan seperangkat nilai,
persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting
lainnya. Contonhya pada anak-anak yang dibesarkan di Amerika Serikat sangat
terpengaruh dengan nilai-nilai sebagai berikut: prestasi, aktivitas, efisiensi,
kemajuan, kenikmatan materi, individualisme, kebebasan, humanisme, dan berjiwa
muda.
Masing-masing subbudaya terdiri dari sejumlah
sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para
anggotanya seperti kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis.
Pada dasaranya dalam sebuah tatanan kehidupan dalam
bermasyarakat terdapat sebuah tingkatan (strata) sosial. Tingkatan sosial
tersebut dapat berbentuk sebuah sistem kasta yang mencerminkan sebuah kelas
sosial yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hirarkis dan para
anggotanya menganut nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial tidak
hanya mencerminkan penghasilan, tetapi juga indikator lain seperti pekerjaan,
pendidikan, perilaku dalam berbusana, cara bicara, rekreasi dan lain-lainya.
2. Faktor Sosial
Selain faktor budaya, perilaku pembelian konsumen
juga dipengaruhi oleh faktor sosial diantarannya sebagai berikut:
a.
Kelompok acuan
Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen
dapat diartikan sebagai kelompok yang yang dapat memberikan pengaruh secara
langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang tersebut.
Kelompok ini biasanya disebut dengan kelompok keanggotaan, yaitu sebuah
kelompok yang dapat memberikan pengaruh secara langsung terhadap seseorang.
Adapun anggota kelompok ini biasanya merupakan anggota dari kelompok
primer seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja yang berinteraksi
dengan secara langsung dan terus menerus dalam keadaan yang informal. Tidak
hanya kelompok primer, kelompok sekunder yang biasanya terdiri dari kelompok
keagamaan, profesi dan asosiasi perdagangan juga dapat disebut sebagai kelompok
keanggotaan.
b.
Keluarga
Dalam sebuah organisasi pembelian konsumen,
keluarga dibedakan menjadi dua bagian. Pertama keluarga yang dikenal dengan
istilah keluarg orientas. Keluarga jenis ini terdiri dari orang tua dan saudara
kandung seseorang yang dapat memberikan orientasi agam, politik dan ekonomi
serta ambisi pribadi, harga diri dan cinta. Kedua, keluarga yang terdiri dari
pasangan dan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Keluarga jenis ini biasa
dikenal dengan keluarga prokreasi.
c.
Peran dan status
Hal selanjutnya yang dapat menjadi faktor sosial
yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang adalah peran dan status
mereka di dalam masyarakat. Semakin tinggi peran seseorang didalam sebuah
organisasi maka akan semakin tinggi pula status mereka dalam organisasi
tersebut dan secara langsung dapat berdampak pada perilaku pembeliannya. Contoh
seorang direktur di sebuah perusahaan tentunya memiliki status yang lebih
tinggi dibandingkan dengan seorang supervisor,begitu pula dalam
perilaku pembeliannya. Tentunya, seorang direktur perusahaan akan melakukan
pembelian terhadap merek-merek yang berharga lebih mahal dibandingkan dengan
merek lainnya.
3. Pribadi
Keputusan pembelian juga dapat dipengaruhi oleh
karakterisitik pribadi diantaranya usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan,
keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep-diri pembeli.
a.
Usia dan siklus hidup keluarga
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda
sepanjang hidupnya yang dimana setiap kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh
siklus hidup keluarga
b.
Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Pekerjaan dan lingkungan ekonomi seseorang dapat
mempengaruhi pola konsumsinya. Cotohnya, direktur perusahaan akan membeli
pakaian yang mahal, perjalanan dengan pesawat udara, keanggotaan di klub
khusus, dan membeli mobil mewah. Selain itu, biasanya pemilihan produk juga
dilakukan berdasarkan oleh keadaan ekonomi seseorang seperti besaran
penghasilan yang dimiliki, jumlah tabungan, utang dan sikap terhadap belanja
atau menabung.
c.
Gaya hidup
Gaya hidup dapat di artikan sebagai sebuah pola
hidup seseorang yang terungkap dalam aktivitas, minat dan opininya yang
terbentuk melalui sebuah kelas sosial, dan pekerjaan. Tetapi, kelas sosial dan
pekerjaan yang sama tidak menjamin munculnya sebuah gaya hidup yang sama.
Melihat hal ini sebagai sebuah peluang dalam kegiatan pemasaran, banyak pemasar
yang mengarahkan merek mereka kepada gaya hidup seseorang. Contohnya,
perusahaan telepon seluler berbagai merek berlomba-lomba menjadikan produknya
sesuai dengan berbagai gaya hidup remaja yang modern dan dinamis seperti
munculnya telepon selular dengan fitur multimedia yang ditujukan untuk kalangan
muda yang kegiatan tidak dapat lepas dari berbagai hal multimedia seperti
aplikasi pemutar suara, video, kamera dan sebagainya. Atau kalangan bisnis yang
menginginkan telepon selular yang dapat menujang berbagai kegiatan bisnis
mereka.
d.
Kepribadian
Setiap orang memiliki berbagai macam karateristik
kepribadian yang bebeda-beda yang dapat mempengaruhi aktivitas kegiatan
pembeliannya. Kepribadian merupakan ciri bawaan psikologis manusia yang berbeda
yang menghasilkan sebuah tanggapan relatif konsiten dan bertahan lama terhadap
rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasanya digambarkan dengan menggunakan
ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dominasi, kemampuan bersosialisasi,
pertahanan diri dan kemapuan beradaptsi (Harold H kasarjian 1981:160).
Kepribadian dapat menjadi variabel yang sangat berguna dalam menganalisis
pilihan merek konsumen. Hal ini disebakan karena beberapa kalangan konsumen
akan memilih merek yang cocok dengan kepribadiannya.
4.
Psikologis
Terakhir, faktor yang dapat mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen adalah faktor psikologis. Faktor ini dipengaruhi
oleh empat faktor utama diantaranya sebagai berikut:
a.
Motivasi
Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada
waktu-waktu tertentu. Beberapa dari kebutuhan tersebut ada yang muncul dari
tekanan biologis seperti lapar, haus, dan rasa ketidaknyamanan. Sedangkan
beberapa kebutuhan yang lainnya dapat bersifat psikogenesis; yaitu
kebutuhan yang berasal dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan
pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok. Ketika seseorang
mengamati sebuah merek, ia akan bereaksi tidak hanya pada kemampuan nyata yang
terlihat pada merek tersebut, melainkan juga melihat petunjuk lain yang samar
seperti wujud, ukuran, berat, bahan, warna dan nama merek tersebut yang memacu
arah pemikiran dan emosi tertentu.
Banyak riset yang telah dilakukan peneliti dalam
menghubungkan motivasi seseorang dalam kegiatan pembelian produk tertentu
seperti yang dipelopori oleh Ernest Dichter (Kotler 2003:215), yang dimana
risetnya telah menghasilkan hipotesis sebagai berikut:
·
Konsumen
menolak buah prem karena buah prem terlihat keriput dan mengingatkan mereka
pada orang berusia lanjut.
·
Pria
menghisap cerutu sebagai versi dewasa dari kebiasaan menghisap ibu jari di masa
anak-anak.
·
Wanita
lebih menyukai lemek nabati daripada hewani karena dapat menimbulkan rasa
bersalah karena telah membunuh binatang.
·
Wanita
yang tidak yakin dengan adonan kue jika adonan tersebut tidak amemerlukan
tambahan telur, karen adonan tersebut membantu mereka merasa bahwa sedang
“melahirkan”.
Selain riset dari Ernest diatas, Jeans Callibout
menidentifikasikan motivasi-motivasi yang berbeda-beda yang dapat dipuaskan
oleh suatu produk. Contohnya, wiski dapat memenuhi kegiatan relaksasi sosial,
status, atau kesenangan sehingga merek wiski perlu diposisikan pada salah satu
daya tarik tersebut.
Frederick Herzerberg mengembangkan teori dua-faktor
yang membedakan dissastifier (faktor-faktor yang menyebabkan
ketidakpuasan) dan satisfier (faktor-faktor yang menyebabkan
kepuasan) yang dapat memotivasi kegiatan pembelian konsumen. Ia mencotohkan
dalam kegiatan pembelian komputer yang dimana tidak adanya garansi dapat
menjadi faktor dissaatisfier tetapi adanya garansi juga tidak menjadi pemuas
atau motivator pembelian, karena garansi bukan merupakan sumber kepuasan
instrinsik komputer. Melainkan kemudahan penggunaanlah yang dapat menjadi satisfier yang
dapat memotivasi kegiatan pembelian.
b. Persepsi
Seseorang yang termotivasi siap untuk segera
melakukan tindakan. Bagaimana tindakan seseorang yang termotivasi akan
dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi dapat
diartikan sebagai sebuah proses yang digunkan individu untuk memilih,
mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan sebuah
gambaran (Bernard Barelson, dalam Kotler 2003:217). Persepsi tidak hanya
bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan
dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan.
Setiap persepsi konsumen terhadap sebuah produk
atau merek yang sama dalam benak setiap konsumen berbeda-beda karena adanya
tiga proses persepsi yaitu:
Perhatian selektif
Perhatian selektif dapat diartikan sebagai proses
penyaringan atas berbagai informasi yang didapat oleh konsumen. Dalam hal ini
para pemasar harus bekerja keras dalam rangka menarik perhatian konsumen dan
memberikan sebuah rangsangan nama yang akan diperhatikan orang. Hal ini disebabkan
karena orang lebih cenderung memperhatikan rangsangan yang berhubungan dengan
kebutuhnnya saat ini, memperhatikan rangsangan yang mereka antisipasi dan lebih
memerhatikan rangsangan yang memiliki deviasi besar terhadapa ukuran rangsangan
normal seperti, orang cenderung akan memperhatikan iklan yang menawarkan
potongan dan bonus sebesar rp.100.000 ketimbang iklan komputer yang
hanya memberikan bonus atau potongan yang bernilai rp.50.000
Distorsi Selektif
Distorsi selektif merupakan proses pembentukan
persepsi yang dimana pemasar tidak dapat berbuat banyak terhadap distorsi
tersebut. Hal ini karena distorsi selektif merupakan kecenderungan orang untuk
mengubah informasi menjadi bermakna pribadi dan menginterpretasikan informasi
yang didapat dengan cara yang akan mendukung pra konsepsi konsumen.
Ingatan Selektif
Orang akan banya melupakan banyak hal yang merek
pelajari namun cenderung akan senantiasa mengingat informasi yang mendukung
pandangan dan keyakinan mereka. Karena adanya ingatan selektif, kita cenderung
akan mengingat hal-hal baik yang yang disebutkan tentang produk yang kita sukai
dan melupakan hal-hal baik yang disbutkan tentang produk yang bersaing.
c.
Pembelajaran
Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang
yang timbul dari pengalaman. Banyak ahli pemasaran yang yakin bahwa
pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara pendorong, rangsangan,
isyarat bertindak, tanggapan dan penguatan. Teori pembelajaran mengajarkan
kepada para pemasar bahwa mereka dapat membangung permintaan atas suatu produk
dengan mengaitkan pada pendorongnya yang kuat, menggunakan isyarat yang
memberikan motivasi, dan memberikan penguatan positif karena pada dasarnya
konsumen akan melakukan generalisasi terhadap suatu merek. Cotohnya, konsumen
yang pernah membeli komputer merek IBM yang mendapatkan pengalaman menyenangkan
dan persepsi yang positif akan mengasumsikan bahwa merek IBM merupakan merek
komputer yang terbaik, ketika konsumen akan membeli printer merek IBM mungkin
konsumen juga berasumsi hal yang sama bahwa IBM menghasilkan printer yang baik.
d.
Keyakinan dan Sikap
Melalui betindak dan belajar, orang mendapatkan
keyakinan dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian konsumen
. Keyakinan dapat diartikan sebgai gambaran pemikiran seseorang tentang
gambaran sesuatu. Keyakinan orang tentang produk atau merek akan mempengaruhi
keputusan pembelian mereka. Contohnya studi tentang keyakinan merek yang
menemukan bahwa konsumen sama-sama menyukai Diet Coke dan Diet Pepsi ketika
mencicipi keduanya dalam tanpa merek. Tetapi, ketika mencicipi Diet yang diberi
tahu mereknya, konsumen memilih diet Coke 65% dan Diet Pepsi 23%. Dalam contoh
tersebut dapat disimpulkan bahwa keyakinan akan merek dapat mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen.
Selain keyakinan, sikap merupakan hal yang tidak
kalah pentingnya. Sikap adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan
tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada
seseorang terhadap suatu objek atau gagasan tertentu.(David Kreh, dalam Kotler
2003:219).
3. Kebutuhan dan keinginan merupakan dua belah pihak yang saling
bertentangan satu sama lain. Dalam kata lain kebutuhan dan keinginan adalah dua
unsur yang sangat jauh berbeda.
Kebutuhan adalah semua barang ataupun jasa yang dibutuhkan manusia demi
menunjang segala aktivitas dalam kehidupan sehari-sehari manusia tersebut. Agar
manusia hidupnya lebih sejarhtera, damai, dan tentram maka segala kebutuhannya
haruslah dipenuhi. Sebab, kebutuhan tidak akan lepas dari kehidupan
sehari-sehari.
Kebutuhan
juga merupakan salah satu dari aspek psikologis setiap manusia yang
menggerakkannya dalam melakukan berbagai aktivitas. Kebutuhan ini juga menjadi
dasar atau alasan atau faktor untuk melakukan usaha. Sebagai contoh, untuk
memenuhi kebutuhan hidup setiap orang harus bekerja. Bekerja (melakukan usaha)
akan mendapatkan imbalan (gaji atau uang) yang digunakan untuk memenuhi
kebutuhan. Contoh dari kebutuhan sehari-hari adalah makanan dan minuman, setiap
orang membutuhkan makan dan minum untuk bertahan hidup. Atau dapat dikatakan,
pemenuhan kebutuhan ini sangat penting dilakukan demi mendapatkan
kesejahteraan. Dengan kata lain, jika kebutuhan tidak dapat dipenuhi
dengan baik maka hidup orang tersebut tidak ataupun kurang sejahtera. Selain
makan dan minum, masih banyak lagi contoh lainnya mengenai kebutuhan. Contoh
lainnya yaitu rumah, rumah merupakan kebutuhan pokok bagi setiap orang demi
melindungi tubuh dari berbagai bahaya. Baik dari panas, hujan ataupun dari
serangan lainnya, rumah adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi. Kebutuhan sendiri
dipengaruhi oleh kebudayaan, semakin tinggi tingkat kebudayaan masyarakat
tersebut maka semakin banyak pula kebutuhannya.
Sedangkan
keinginan adalah segala barang ataupun jasa yang dibutuhan setiap manusia untuk
memenuhi kebutuhannya yang dianggap kurang. Sesungguhnya jika keinginan tidak
segera dipenuhi maka tidak akan berpengaruh pada kesejahteraan, kedamaian, dan
ketentraman manusia.
Keinginan sendiri merupakan
tambahan atas pemenuhan kebutuhan, sesuai yang diharapkan. Contohnya saja untuk
makan dan minum, keduanya merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi. Makan dan
minum akan dianggap kebutuhan jika makanan dan minuman yang dikonsumsi apa
adanya. Dengan kata lain, apapun makanan dan minuman yang ada akan tetap dikonsumsi.
Namun jika Anda memiliki harapan untuk makan dan minum yang lebih maka itu
disebut sebagai keinginan. Contoh, Anda ingin makan nasi, ayam goreng, pizza
dan lain sebagainya adalah sebuah keinginan. Keinginan bukanlah sesuatu
hal yang mendesak, jika tidak terpenuhi maka tidak berpengaruh terhadap
kesejahteraan hidup Anda. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yaitu pada
terlihat pada fungsinya. Dari ulasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa
makan adalah kebutuhan namun makan dengan rasa enak adalah keinginan. Rumah
adalah kebutuhan sedangkan rumah yang bagus adalah keinginan. Contoh lainnya
yaitu berpakaian merupakan kebutuhan, namun berpakaian yang bagus dan mahal
adalah keinginan. Setelah membaca ulasan ini, Anda tentu sudah tidak bingung lagi
mengenai kebutuhan dan juga keinginan. Itulah penjelasan mengenai perbedaan
kebutuhan dan keinginan, semoga bermanfaat.
4. Contoh Kasus Perilaku Konsumen dalam
pembelian suatu merek telepon seluler.
Perkembangan telepon seluler telah bertambah pesat di
mana telah banyak orang telah memerlukan produk ini, roduk ini menjadi produk
yang sangat di perlukan menjadikan produk ini berkembang pesat di pasaran.
Produk telepon seluler telah memasuki kehidupan masyarakat dan telah menjadi
kebutuhan pokok. Bahkan telah menjangkau ke setiap lapisan masyarakat. Hal
tersebut mendorong pengusaha yang bergerak di bidang telepon seluler untuk
dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk telepon seluler
tersebut. Perkembangan tekhnologi menjadikan banyaknya perusahaan yang
memproduksi bahkan perusahaan elektronik yang dulunya tidak memproduksi telpon
seluler kini sudah memproduksi telepon seluler. Banyaknya merek yang tersedia
di pasar menjadikan persaingan yang ada sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan
yang memproduksi telepon seluler.
Pembelian telepon seluler oleh konsumen di
lakukan dengan terlebih dahulu melalui tahap-tahap dalam proses keputusan
pembelian. Pada tahap pengenalan kebutuhan sebagian besar konsumen menyatakan
bahwa mempermudah komunikasi merupakan motivasi atau alasan utama mereka dalam
membeli telepon seluler. Manfaat utama yang di cari sebagian besar konsumen
pada saat membeli telepon seluler adalah manfaat ( fungsional ) yaitu sebagai
alat komunikasi mobile ( bergerak ) yang dapat di bawa kemana saja, setelah
mengenali adanya kebutuhan akan telepon seluler, konsumen akan melakukan tahap
pencarian informasi, sebagian besar konsumen menyatakan bahwa sumber informasi
utamanya adalah teman dan banyak di pengaruhi media cetak dan aspek yang paling
di cari dari informasi itu adalah mengenai focus perhatian pada fitur yang
tersedia dalam produk telepon seluler tersebut. Pada tahap evaluasi alternative
yang menjadi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian adalah harga lalu
mengidentifikasi telepon seluler yang berkualitas adalah dengan melihat fitur
yang ada. Setelah melakukan tahap evaluasi alternative, konsumen akan melakukan
proses pembelian.
Dari tahap pembelian yang telah di lakukan oleh
konsumen akhirnya sampai ke tahap evaluasi pascapembelian di mana konsumen akan
mengevaluasi apakah hasil yang di peroleh dari pembelian tersebut memuaskan
atau tidak. Dan perilaku konsumen tidak hanya berfokus pada atribut produk saja
akan tetapi masih banyak factor lainnya seperti segmen pasar yang di
tuju, lokasi atau factor budaya. Karena biasanya konsumen akan lebih
memilih tempat pembelian yang menjual produknya dengan kualitas yang terjamin,
adapun pembelian cara konsumen dalam memutuskan pembelian telepon seluler adalah
terencana di mana mereka akan menyediakan waktu khusus untuk membeli telepon
seluler tersebut.
Usaha untuk merebut segmen pasar harus selalu di
lakukan dan di perbaharui. Untuk itu perusahaan penting untuk lebih mengenal
konsumen dan berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk
telepon seluler. Hal ini di lakukan demi kelangsungan hidup perusahaan itu
sendiri. Oleh karenanya pemasar yang baik harus dapat memperhatikan hal ini,
sebab dalam proses pembelian konsumen mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam
menentukan terjadinya suatu transaksi pembelian. Konsumen secara kuat di
pengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi, psikologis, faktor-faktor
tersebut harus di perhitungkan oleh pemasar dalam mendukung tujuan perusahaan
yaitu menjual produknya kepada konsumen.
Sabtu, 10 Oktober 2015
Perilaku Konsumen 2015
Perilaku Konsumen
1.
Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen ?
2. Apa yang
dimaksud Segmentasi pasar ?
3. Apa yag di
maksud segmentasi dan kepuasan konsumen ?
4. Penggunaan
segmentasi dalam strategi pemasaran
5. Analisis
konsumen dan kebijakan sosial ?
6. Proses
keputusan membeli
7. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pemecahan masalah
8. Membedakan
antara keputusan membeli yang direncanakan sepenuhnya, tidak di rencanakan dan
pembelian yang direncanakan sebagian.
JAWAB :
1.
Pengertian dari Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam
mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa
setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan
diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian,
dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan
pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian,
konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian,
konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan
akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang
dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka
memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan
sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke
dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut
geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.
Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan
bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu.
Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun
kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian
suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran
masing-masing.
Peran yang dilakukan tersebut adalah:
·
Initiator, adalah
individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu;
·
Influencer, adalah
individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai
kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak;
·
Decider, adalah
yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana
membelinya;
·
Buyer, adalah
individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya;
·
User, yaitu
individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap
suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program
pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah
faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa
membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi
perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan
program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran
perusahaan.
Adapun beberapa teori
perilaku konsumen adalah sebagai berikut:
·
Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap
konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya
meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari
produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih
besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk
beberapa produk yang lain;
·
Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada
faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan
lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku
konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;
·
Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku
pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas,
seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
Perilaku
Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat
Rasional dan Irrasional.
Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional:
·
Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
·
Barang yang
dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
·
Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
·
Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan
kemampuan konsumen
Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:
·
Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi
di media cetak maupun elektronik
·
Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang
sudah dikenal luas
·
Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan,
melainkan gengsi atau prestise
MANFAAT MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN
Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen
yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan
konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang
perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.
Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan
penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap
psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan
segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar
dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.
Kesimpulan
Mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah memungkinkan
perusahaan memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga
dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan
memperluas legitimasi ke masyarakat.
2.
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah pengelompokkan
pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok
(bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran
suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan
dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai
berikut :
·
Measurability, yaitu ciri-ciri atau
sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
·
Accessibility,
yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan
(mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
·
Substantiability, yaitu segmen pasar harus
cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan
program-program pemasarannya.
·
Substantiability, yaitu segmen pasar harus
cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program
pemasarannya.
Pada hakekatnya setiap perusahaan yang menjual barang dan jasa hendaknya perlu melakukan segmentasi pasar (market segmentation). Lalu timbul suatu pertanyaan. Apa definisi atau pengertian segmentasi pasar (market segmentation)? dan apa pula tujuan segmentasi pasar (marketing segmentation) itu? Morrison memberikan definisi atau pengertian tentang market segmentation (segmentasi pasar) dengan mengatakansebagai berikut : “Market segmentation is the division of the overall market for a service into groups with common characteristics” Atau dalam terjemahan bebasnya (bahasa Indonesia) dikatakan bahwa segmentasi pasar (market segmentation) merupakan pembagian dari keseluruhan pasar untuk suatu pelayanan dalam kelompok-kelompok dengan karakteristik umum. Segmentasi pasar (marketing segmentation) merupakan suatu langkah awal pemasaran (marketing) untuk membagi-bagi berbagai macam konsumen yang ada di pasar dan memilih salah satu bagian dari segmen tersebut yang akan dijadikan target pemasaran (Marketing Target). Yang dimaksud dengan target pemasaran (Marketing Target) di atas adalah jenis konsumen yang dipilih merupakan tujuan pemasaran (marketing goals) paket outbound tour. Tujuan utama segmentasi pasar (Market Segmentation) adalah untuk merangsang semua pelanggan yang berpotensial. Pemasaran (marketing) yang tidak memiliki target adalah sia-sia, karena ada banyak kelompok pelanggan yang mungkin tidak tertarik untuk membeli jasa yang dijual. Inti dari suatu pemasaran (marketing) yang baik adalah mengambil satu segmen yang paling menarik dalam pelayanan yang spesifik dan mengaplikasikan unsur-unsur pemasaran terhadap segmen tersebut. Segmentasi (segmentattion) mencakup beberapa analisis sebagai berikut, segmen pasar (market segment) mana yang menjadi target pasar (market target)? Apa yang pelanggan inginkan dari jenis pelayanan yang dijual? Bagaimana cara terbaik untuk menyusun unsur-unsur pemasaran dalam memenuhi berbagai keinginan dan kebutuhan mereka? Di mana pelayanan tersebut dipromosikan? Dan kapan pelayanan itu dipromosikan?
Pembagian segmen pasar:
·
Segmentasi pasar konsumen
Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
·
Segmentasi pasar bisnis
Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
·
Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono,
2001)
* Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;
* Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
* Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.
* Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;
* Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
* Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.
Evaluasi terhadap segmen pasar adalah adanya pertumbuhan segmen, daya tarik struktur segmen secara keseluruhan dan SDM, serta tujuan dan sumber daya perusahaan apakah perusahaan berinvestasi dalam segmen tersebut atau tidak
Penentuan Target Pasar
·
Konsentrasi segmen tunggal
Perusahaan memilih berkonsentrasi pada segmen tertentu. Hal itu dilakukan karena dana yang terbatas, segmen tersebut tidak memiliki pesaing, dan merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke segmen lainnya.
Perusahaan memilih berkonsentrasi pada segmen tertentu. Hal itu dilakukan karena dana yang terbatas, segmen tersebut tidak memiliki pesaing, dan merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke segmen lainnya.
·
Spesialisasi selektif
Perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki.
Perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki.
·
Spesialisasi pasar
Perusahaan memusatkan diri pada upaya melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
Perusahaan memusatkan diri pada upaya melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
·
Spesialisasi produk
Perusahaan memusatkan diri pada pembuatan produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar.
Perusahaan memusatkan diri pada pembuatan produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar.
·
Pelayanan
penuh (full market coverage)
Perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan. Hanya perusahaan besar yang mampu menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan sumber daya yang sangat besar.
Perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan. Hanya perusahaan besar yang mampu menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan sumber daya yang sangat besar.
Manfaat dan
Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
·
Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini
dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa
berubah.
·
Dapat
mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
·
Dapat
menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
·
Dapat
mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen
yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
·
Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi
sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat
segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
·
Dapat membedakan antara segmen yang satu
dengan segmen lainnya.
·
Dapat digunakan untuk mengetahui sifat
masing-masing segmen.
·
Dapat
digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
·
Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang
akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki
sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang
sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri,
antara lain:
·
Biaya produksi akan lebih tinggi, karena
jangka waktu proses produksi lebih pendek.
·
Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah
searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
·
Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi,
ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
·
Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang
membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam
hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi
sebagai berikut:
Segmentasi Geografi
Segmentasi Geografi
·
Segmentasi ini membagi pasar menjadi
unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota,
wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh
kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
·
Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
·
Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
·
Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai
berikut:
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas
konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko
dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat
loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli
satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau
lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli
merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka
mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang
diobral.
Segmentasi pasar merupakan langkah pertama
dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:
·
Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang
homogen.
·
Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan
target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang
khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk
setiap segmen yang berbeda.
·
Menentukan product positioning (posisi produk)
sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai
produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing
lainnya.
Segmentasi
pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, diantaranya:
·
Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar
menguntungkan kedua belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen
menjadi bergairah untuk melaksanakannya.
·
Para pengecer, contohnya The Gap membidik
berbagai segmen umur, pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang
berbeda.
·
Hotel-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan
jaringan hotel yang berbeda ke segmen pasar yang berbeda.
·
Perusahaan manufaktur industry, membagi
pasar-pasar mereka, seperti yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.
·
Badan-badan amal, seperti Palang Merah
memfokuskan usaha-usaha pengumpulan dana pada “para penyumbang besar”.
·
Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni
Tari, membagi para pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil
meningkatkan pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.
Bagaimana segmentasi pasar beroperasi?
Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok.
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok.
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
·
Menutup kesenjangan produk,
·
Mengenali media yang paling cocok untuk
menempatkan iklan,
·
Menentukan karakteristik pemirsa dan pendengar
serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan yang mencari
pendengar yang serupa.
DASAR SEGMENTASI PASAR
Dalam menyusun strategi segmentasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah:
·
Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.
·
Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain: Usia, Gender (jenis kelamin), Status perkawinan,Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain: Usia, Gender (jenis kelamin), Status perkawinan,Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Demografis membantu menemukan pasar
target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif
dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data
demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain.
Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan
isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan
distribusi penghasilan.
·
Segmentasi Psikologis
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.
·
Segmentasi
Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.
·
Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.
·
Segmentasi Terkait Pemakaian
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus
·
Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.
·
Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.
·
Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
Ø Profil
Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis
merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal
jika digunakan bersama.
Ø Segmentasi
Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini
didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain
mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi
yang sama.
KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
·
Dapat diidentifikasi,
·
Mencukupi (dari sudut ukuran),
·
Stabil atau bertumbuh,
·
Dapat dimasuki (dapat dijangkau) dari sudut
media maupun biaya.
MELAKSANAKAN STRATEGI SEGMENTASI
Strategi Pemasaran yang Berbeda (Differential Marketing) adalah menentukan target beberapa segmen dengan menggunakan bauran pemasaran individual.
Strategi Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing) adalah menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
Kontrasegmentasi adalah usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas.
3.
Segmentasi Pasar
dan Perlindungan Konsumen
Segmentasi pasar
suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang
berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang
mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar
juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para
pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.
Proses Segmentasi pasar :
Proses
segmentasi mempunyai beberapa langkah:
·
identifikasi basis segmentasi
pasar,
·
mengumpulkan informasi pasar ,
·
mengembangkan komposisi profil segmen,
·
penetapan konsekuensi pemasaran,
·
estimasi masing-masing potensi
segmen pasar ,
·
analisis peluang pasar , dan
·
penetapan penguasaan pasar
Segmentasi Pasar dan Kepuasan Konsumen
Menurut Philip Kotler dalam bukunya Principle of
Marketing, kepuasan konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh
pembeli yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.
Kepercayaan konsumen merupakan hal yang ingin di dapat setiap perusahaan dari
para konsumennya.
Macam-macam atau Jenis kepuasan konsumen
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :
·
Kepuasan Fungsional, merupakan
kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena
makan membuat perut kita menjadi kenyang.
·
Kepuasan Psikologikal,
merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak
berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan yang sangat
istimewa dari sebuah rumah makan yang mewah
Menurut Fandy Tjiptono (1997:35), metode yang digunakan untuk
mengukur kepuasan konsumen dapat dengan cara :
·
Pengukuran dapat dilakukan secara
langsung dengan pertanyaan
·
Responden diberi pertanyaan
mengenai seberapa besar mereka mengharapkan
suatu atribut tertentu dan seberapa besar yang
dirasakan.
·
Responden diminta untuk menuliskan
masalah yang mereka hadapi berkaitan
dengan penawaran dari perusahan dan juga diminta
untuk menuliskan masalah-masalah yang mereka
hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahaan dan juga diminta untuk menuliskan
perbaikan yang mereka sarankan
·
Responden dapat diminta untuk
meranking berbagai elemen dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya
setiap elemen dan seberapa baik kinerja
perusahan dalam masing-masing
elemen.
Segmentasi dan Profitabilitas
Profitabilitas adalah
kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total
aktiva maupun modal sendiri. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan
sangat berkepentingan dengan analisa profitabilitas ini.
Hubungan antara kepuasan pelanggan dan profitabilitas sangatlah
erat. Studi yang menunjukkan hal ini, terutama sepanjang dekade 80-an dan awal
90-an sudah sangat banyak. Secara logikapun, pelaku bisnis juga dengan mudah
meyakini adanya hubungan antara dua hal ini.Kepuasan pelanggan pada dasarnya
adalah fungsi dari harapan dan persepsi terhadap kinerja suatu merek setelah
pelanggan menggunakan atau mendapatkan pelayanan. Di lain
pihak, loyalitas adalah fungsi kepuasan pelanggan.
Faktor lain yang terutama adalah switching barrier dan personal
loyalty. Jadi, pelanggan yang puas, tidaklah 100% akan loyal karena adanya
kedua faktor tersebut. Tetapi adalah masih benar bahwa pelanggan yang puas,
akan mempunyai kecenderungan untuk loyal terhadap merek tersebut. Dan dapat
dilihat juga dari tingkat efisiensi proses produksi, berdayakan orang-orang
yang berdedikasi melalui kepemimpinan, serta kompensasi yang sesuai.
·
Tingkatkan Efisiensi Proses
ProduksiProses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin
berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya
biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan
prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem
produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
·
Berdayakan Orang-orang Yang
Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
·
Kompensasi Yang Sesuai Manusia
ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan
usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa
dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap
mereka akan memberikan yang
terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem
ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan
merefleksikan kinerja.
4.
Pengunaan Segmentasi dalam staregi
Pemasaran
Faktor penting lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan
strategi pemasaran untuk konsumen adalah “segmentasi pasar”. Segmentasi
pasar berarti membagi pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen
atau kelompok (misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll)
dan kemudian memfokuskan strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok.
Bila menggunakan segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor
yang akan dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi.
Variabel segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau
perilaku terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan
paling mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka
akan dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Sumber daya dan kemampuan perusahaan untuk menentukan jumlah dan
ukuran segmen pasar yang mereka dapat berharap untuk menarik dengan strategi
pemasaran mereka. Jenis produk dan layanan, serta variasi dalam kebutuhan
pelanggan mereka, akan memainkan peran dalam ukuran dan jumlah segmen pasar
yang ditargetkan. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting
dalam penargetan pasar konsumen tertentu. Memilih variabel segmentasi yang
tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu.
Segmentasi pasar merupakan tindakan untuk mengidentifikasi dan membentuk
kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan bauran
pemasaran yang tersendiri. Pada penelitian ini basis segmentasi yang digunakan
adalah gaya hidup yang dapat mempengaruhi bauran pemasaran dan preferensi
terhadap bauran pemasaran dari E-Commerce. Ini berarti basis segmentasi ini
dilihat dari perilaku mereka terhadap bauran pemasaran.
Dengan
kesamaan karakteristik perilaku yang berpengaruh terhadap bauran pemasaran ini
diharapkan setiap segmen yang terbentuk dapat didekati dengan penawaran yang
tepat sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dari masing-masing segmen
Dari
kedelapan elemen bauran pemasaran yang digunakan terdapat 6 elemen yang
signifikan dalam membedakan antar segmen, yaitu produk, promosi, bukti fisik,
komunitas, proses dan harga. Dua yang lain yaitu tempat dan perubahan ternyata
untuk tingkat kepercayaan 95% tidak dapat digunakan untuk membedakan segmen.
Ini berarti setiap segmen mempunyai preferensi bauran pemasaran yang sama
terhadap kedua elemen tersebut.
5.
Analisa Konsumen dan kebijakan
Sosial
Analisis konsumen berguna untuk
melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya.
Pengambilan Keputusan Konsumen
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
·
Analisis Kebutuhan. Konsumen
merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu
bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus
bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi
produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
·
Pencarian Informasi. Setelah
kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang
bisa memenuhi kebutuhannya.
·
Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian
mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari
keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia
keluarkan.
·
Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk
membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
·
Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian
menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu
jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa
tersebut atau tidak.
Analisis Kebijakan Sosial
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan
atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak
mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis
kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara
itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal
perumusan kebijakan yang baru.
Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan
kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis
kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan
kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang
baru.
Dengan demikian, maka dapat
disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang
berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau
rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi
kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial
tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan
pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut:
·
Penelitian dan rasionalisasi yang
dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.
·
Orientasi nilai yang dijadikan
patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai
benar dan salah.
·
Pertimbangan politik yang umumnya
dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.
Perubahan struktur pasar
konsumen
Struktur Pasar Konsumen –
Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli:
·
Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
– Jumlah penjual dan pembeli banyak
– Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
– Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
– Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
– Posisi tawar konsumen kuat
– Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
– Sensitif terhadap perubahan harga
– Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
– Jumlah penjual dan pembeli banyak
– Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
– Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
– Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
– Posisi tawar konsumen kuat
– Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
– Sensitif terhadap perubahan harga
– Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
·
Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
– Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
– Mirip dengan pasar persaingan sempurna
– Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
– Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
– Relatif mudah keluar masuk pasar
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
– Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
– Mirip dengan pasar persaingan sempurna
– Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
– Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
– Relatif mudah keluar masuk pasar
·
Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
– Harga produk yang dijual relatif sama
– Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
– Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
– Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
– Harga produk yang dijual relatif sama
– Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
– Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
– Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
·
Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
– Hanya terdapat satu penjual atau produsen
– Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
– Hanya terdapat satu penjual atau produsen
– Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
5. Proses Keputusan Membeli
Proses pengambilan keputusan membeli adalah proses masalah (
problem recognition ), pemcarian evaluasi( penilaian) dan seleksi dari
alternative produk, selektif saluran distribusi dan pelaksanaan keputusan
terhadap produk yang akan digunakan atau dibeli konsumen ( munandar, 2001 )
Menurut setiadi perilaku membeli mengundang makna yakni kegiatan –
kegiatan individu secara langsung dalam pertukaran uang dan barang dan jasa
serta dalam proses pengambilan keputusan yang menentukan kegiatan tersbeut.
Keputusan konsumen untuk membeli suatu produk selalu melibatkan aktifitas secara
fisik ( berupa kegiatan langsung
konsumen melalui tahapan tahapan proses pengambilan keputusan pembelian
) dan aktifitas secara mental ( yakni saat konsumen menilai produk sesuai
dengan criteria tertentu yang ditetapkan oleh ditetukan oleh Individu.)
Keputusan
pembelian yang di ambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kumpulan dari
sejumlah keputusan yang terorganisir.
Setiap
keputusan pembelian mempunyai struktur sebanyak tujuh komponen. Komponen –
komponen tersebut antara lain :
·
Keputusan tentang jenis produk
·
Keputusan tentang bentuk produk
·
Keputusan tentang merk
·
Keputusan tentang penjualan
·
Keputusan tentang jumlah produk
·
Keputusan tentang waktu pembelian
·
Keputusan tentang cara pembayaran
Lima
keputusan pembelian yang dilalui setiap individu dalam melakukan pembelian,
yaitu :
·
Pengenalan kebutuhan
Tahap awal
keputusan membeli, konsumen mengenali adanya masalah kebutuhan produk yang akan
dibeli. Konsumen merasa adanya perbadaan antara keadaan nyata dan keadaan yang
diinginkan. Kebutuhan sangat di picu oleh rangsangan internal ( kebutuhan ) dan
external ( pengaruh penguna produk serupa sesuai kebutuhan).
·
Pencarian informasi
Tahap
keputusan pembelian yang dapat merangsang konsumen untuk mencari informasi
lebih banyak. Konsumen mungkin hanya mengingatkan perhatian atau mungkin aktif
mencari informasi.
·
Evaluasi alternatif
Proses yang
dilakukan konsumen untuk mengunakan informasi yang didapat untuk mengevaluasi
alternative yang ada, proses memilih produk yang akan dibeli.
Faktor
– faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan membeli :
·
Faktor lingkungan
·
Faktor sosial
·
Faktor teknologi
·
Faktor pribadi
7.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah :
·
Masalah sederhana ( simple Problem
) Corak / Jenis Masalah
Ø Cirri : berskala besar, tidak berdiri sendiri ( memiliki kaitan
erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya
memerlukan pemikiran yang tajam dan analitis.
Ø Scope : Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang
melinatkan pemimpindan segenap staf pembantunya.
Ø Jenis : masalah yang terstruktur ( structured problem )&
masalah yang tidak berstruktur ( unstructured problem )
·
Masalah Rumit ( Comple Problem )
corak / jenis masalah
Ø Definisi : masalah yang jelas faktor penyebabnya, bersifat dan
biasanya timbul berulang kali sehingga pemecahannya dapat dilakukan dengan
teknik pengambilan keputusan yang bersifat rutin, repetif & dibakukan
Ø Sifat pengambilan keputusan : relative lebih mudah atau cepat,
salah satu caranya dengan penyusunan metode / prosedur/ program tetap ( SOP )
·
Masalah tersruktur
Ø Definisi : penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat
umum, tidak rutin , tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak
repetitive kasusnya.
Ø Sifat pengambilan keputusan : relative lebih sulit dan lebih lama,
diperlukan tektik Pengambilan keputusan yang bersifat non – programmer decision
making
·
Masalah yang tidak terstruktur
Ø Pendefinisian masalah yang baik
ü Fakta yang dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif
dipisahkan dari persepsi.
ü Semua pihak yang terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi.
ü Masalah harus dinyatakan secara eksplisit atau tegas, untuk
menghindarkan dari pembuatan definisi yang tidak jelas.
ü Definisi yang dibuat harus menyatakan dengan jelas adanya ketidak
sesuaian antara standar atau harapan yang telah ditetapkan sebelumnya dan
kenyataan yang terjadi.
ü Definisi yang dibuat harus menyatakan dengan jelas, pihak – pihak
yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah.
ü Definisi yang dibuat bukanlah seperti sebuah solusi yang samar.
8.
Membedakan
antara keputusan membeli yang direncanakan sepenuhnya, tidak di rencanakan
dan
pembelian yang direncanakan sebagian :
·
Keputusan pembelian yang tidak direncanakan
Keputusan
pembelian yang tidak direncanakan disebut juga sebagai impulsive buying.
Keputusan pembelian yang tidak direncanakan merupakan suatu proses pembelian
yang terjadi ketika seseorang melihat suatu barang dan tiba-tiba membeli barang
tersebut, dan kemudian memutuskan untuk melakukan pembelian saat itu juga.
Prilaku pembelian yang tidak direncanakan yang di lakukan secara teratur
menyebabkan orang berprilaku konsumtif. Pembeli konsumtif merupakan proses pengulangan
yang sering berlebihan dalam berbelanja yang di karenakan oleh rasa ketagihan
tertekan atau bosan. Pembeli konsumtif merupakan pembeli kronis yang menjadi
respon pertama terhadap kejadian atau perasaan negatif.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pembelian yang tidak
direncanakan :
Ø
Lingkungan fisik atau pengetahuan konsumen
tentang toko, supermarket atau mall dimana konsumen beraktifitas
Ø
Waktu yang mempengaruhi konsumen dalam
pengambilan keputusan dalam pembelian
Ø
Rangsangan-rangsangan tertentu yang sengaja
diciptakan oleh para pemasar sehingga konsumen melakukan pembelian yang tidak
direncanakan bahkan sering kali tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan
ketertarikannya pada barang yang dibeli
·
Keputusan pembelian yang direncanakan
Keputusan
pembelian yang direncanakan biasanya terjadi berdasarkan kebutuhan artinya si
konsumen memang membutuhkan barang-barang tertentu.
Dalam hal
terjadinya pembelian yang telah direncanakan, biasanya konsumen telah memiliki
pengetahuan yang lengkap tentang produk yang akan mereka beli
·
Keputusan pembelian yang direncanakan sebagian
Keputusan
pembelian yang direncanakan sebagian adalah
karena adanya dorongan yang tiba-tiba muncul akibat adanya hubungan
kebutuhan barang-barang tertentu
Langganan:
Postingan (Atom)